HOME
Home » Berita » Aktivis KAKAMMI dan Kerelawanan

Aktivis KAKAMMI dan Kerelawanan

Posted at September 13th, 2021 | Categorised in Berita

“Seonggok kemanusiaan terkapar. Siapa yang mengaku bertanggung jawab? Bila semua pihak menghindar, biarlah saya yang menanggungnya, semua atau sebagiannya” – Rahmat Abdullah

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya Sabtu (04/09/21) digelar diskusi menarik dengan tema “Pandemi dan Spirit Kerelawanan”. Diskusi ini digagas Keluarga Alumni KAMMI (KAKAMMI), sebuah wadah alumni KAMMI yang terus memiliki spirit untuk mengabdi bagi kebaikan negeri.

Diskusi menghadirkan dr. Omat Rachmat Habulloh, Sp.OT, PhD dan Nana Sudiana. dr. Omat  selain sebagai dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, beliau adalah seorang aktivis. Ia aktif di Prokammi, juga di kepengurusan Cluster Kesehatan KAKAMMI.

Tema tentang kerelawanan selalu menarik untuk dibicarakan. Apalagi di suasana pandemi Covid-19 yang entah kapan akan berakhir. Di tengah bencana, kesusahan masyarakat, apalagi pandemi, relawan selalu muncul dan berperan membantu sesama yang membutuhkan.

“Kerelawanan adalah panggilan jiwa yang terus hadir untuk membantu sesama. Relawan ini seseorang atau sekelompok orang yang rela melakukan suatu hal terkait kemanusiaan dan lainnya tanpa diberi imbalan. Aktivitas kerelawanan timbul karena ada rasa kepedulian dalam hati,” kata  Ketua Presnas KAKAMMI, Mukhamad Najib dalam sambutannya.

Dikatakan lebih lanjut, walau ada yang menjadikan aktivitas kerelawanan sebagai hobi dan ajang aktualisasi diri, namun faktanya para relawan kadang justru menjadi motor penggerak atau penyemangat para korban (penyintas) di lapangan. Mereka dengan segenap sumberdaya dan kemampuan-nya masing-masing memiliki semangat untuk peduli terhadap sesama. Terutama peduli pada saudara yang tengah kena musibah, baik korban bencana maupun akibat konflik atau bencana sosial lainnya. Para relawan telah hadir di negeri ini sudah  sejak lama. Bahkan telah dikenal saat sebelum adanya penjajahan di negeri ini.

Dr. Omat, menceritakan bahwa ketika pandemi Covid-19 awal terjadi, ada ratusan, bahkan ribuan orang yang bersedia jadi relawan. Mereka terdiri dari paramedis serta orang-orang umum yang ingin menyumbangkan waktu dan kemampuannya untuk mengurangi dampak negatif wabah ini.

“Di saat pandemi Covid-19 makin meluas, ada ribuan relawan kesehatan yang berjuang. Mereka bergerak bersama demi menyelamatkan nyawa manusia yang terpapar Virus Covid-19. Relawan medis ini bergerak semata-mata misi kemanusiaan. Mereka bekerja tanpa pamrih dan berani mengambil risiko terpapar, bahkan meninggal sekalipun,” katanya.

Saat yang sama, dokter Omat menyampaikan, bahwa relawan medis ini ketika bekerja tanpa membeda-bedakan soal status sosial, agama atau hal lainnya. Mereka akan tangani sesuai prioritas masing-masing pasien.

Relawan di Dunia Kemanusiaan

“Relawan ini mungkin saja mewarisi setetes bagian dari sosok malaikat. Jiwa kepahlawanan-nya para relawan ini hampir tak masuk akal. Saat orang-orang lari meninggalkan bencana atau musibah yang terjadi, para relawan justru datang dan mengambil inisiatif untuk secepatnya membantu sesama yang kesusahan,” kata Nana Sudiana, relawan sekaligus Direktur IZI.

Dikatakan, mereka waras, sehat-sehat, namun keberanian-nya tak bisa disamakan denga  orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka ini bergerak kemanapun tanpa pamrih dan mengharapkan imbalan. Apalagi penghargaan.

Lebih lanjut, bila kita membaca atau mendengar kata relawan, hal pertama yang terlintas dalam benak sebagian besar kita adalah orang-orang yang membantu saat terjadinya bencana. Mereka dikenal sebagai penolong, baik ketika mengevakuasi korban, menyiapkan shelter (hunian sementara) hingga menyiapkan makan dan minum sesama.

“Relawan dalam perjalanannya ternyata tidak hanya membantu sesama untuk memenuhi membantu kebutuhan dasar para dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan. Relawan juga tidak hanya hadir sebatas momen bencana saja, mereka kini terus bergerak di segala lini kehidupan dan melibatkan diri untuk mengurai masalah-masalah yang ada di kehidupan ini,” ujarnya []

 

Tags :

No comment for Aktivis KAKAMMI dan Kerelawanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Aktivis KAKAMMI dan Kerelawanan

Upaya KAKAMMI Menjaga Pancasila

Posted at 18/09/2021

  Keluarga Alumni KAMMI (KAKAMMI) kembali menggelar diskusi. Kali ini (18/9/2021) diskusi seri 11 membedah tuntas bagaimana sejarah aktivis Islam (Intelektual, politisi, akademisi) dalam... Read More

Diskusi Kebangsaan KAKAMMI (11) “Sejarah Aktivis Islam Menjaga Pancasila”

Posted at 16/09/2021

  Keluarga Alumni KAMMI (KAKAMMI) kembali gelar diskusi. Kali ini akan membedah tuntas bagaimana sejarah aktivis Islam (Intelektual, politisi, akademisi) dalam melahirkan sekaligus menjaga... Read More

Dosen IPB: Antisipasi Kegagalan Merger Tiga Bank Syariah

Posted at 24/10/2020

Baru- baru ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memfasilitasi penandatanganan merger terhadap tiga bank syariah yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah dan... Read More

KAKAMMI NTB Tebar Hewan Kurban Ke Masyarakat Terdampak Covid-19

Posted at 03/08/2020

Aksi sosial kembali dilakukan oleh Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI).  Kali ini, dilakukan oleh KAKAMMI NTB (31/7/2020)  yang  tebarkan 5 sapi... Read More

KAKAMMI Minta Pembahasan RUU HIP Dihentikan

Posted at 16/06/2020

  JAKARTA | Munculnya Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  mendapatkan penolakan dari berbagai kalangan. Draf RUU... Read More