HOME
Home » Sosok » Dr. Kiki Yulianto, S.TP., M.P: Jadi Dekan Umur 25 Tahun

Dr. Kiki Yulianto, S.TP., M.P: Jadi Dekan Umur 25 Tahun

Posted at September 27th, 2021 | Categorised in Sosok

Wahai manusia..

Jangan engkau tertipu daya

Oleh dunia yang fana

Sebagai tempat ujian bagi kita

Dunia sementara

Akhirat selama-lamanya

 

Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Derry Sulaiman itu mengalun pelan. Seorang mantan musisi metal yang kemudian hijrah menjadi seorang pendakwah. Bagi sebagian orang, lagu itu mungkin terdengar biasa saja. Tapi tidak bagi Kiki, dosen di Universitas Teknologi Sumbawa. “Lagu itu liriknya sederhana, tapi punya ruh yang menjadikan pendengarnya ingin selalu terus melakukan perbuatan baik,” katanya disela-sela rehat mengajar.

Tak hanya sekadar wacana seperti janji politisi yang masuk istana. Hal itu dibuktikan dengan kerja nyata. Salah satunya serius dan tekun belajar sampai jenjang Doktoral. Puncak studi bagi para mahasiswa. Dosen asal Indramayu kelahiran 30 Juli 1987 ini menempuh studi S1, S2 pada jurusan Teknik Pertanian dan Agronomi.  Keduanya di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.  Sedangkan untuk pendidikan Doktoral mengambil Teknik Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Judul disertasinya ”Rancang Bangun Model Pembiayaan Tanpa Bunga untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Tapioka”.

Apakah dengan pencapaiannya selama ini berjalan lancar-lancar saja? Tidak.

Di masa kecil sudah tak pernah merasakan pengasuhan dan didikan seorang ayah.  Broken Home sejak umur tiga tahun. Bagaimana dengan pengasuhan seorang ibu? Ternyata tak didapatkannya juga.  Ibunya menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Tak tanggung-tanggung. Ditinggal ibunya bekerja di negara asing selama sepuluh tahun. Praktis benar-benar tak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya. Lantas, bagaimana kehidupan masa kecilnya?

Dosen yang juga menjadi Direktur Sumbawa Teknopark ini sejak kecil diasuh pingpong oleh beberapa saudara.  Kenangan paling buruk terus diingatnya, sempat menjadi anak jalanan di Pantura. Menggelandang hidup dari satu tempat ke tempat lain. Tidur beralaskan apa saja, tidur di mana aja, makan apa saja. Waktu itu tak pernah punya mimpi menjadi dosen. Yang dipikirkan hanya pokoknya ingin tetap bisa sekolah. Dulu sering mengeluh ke Allah SWT. “Ya Allah kenapa kok  hidup saya terasa tidak adil, hidup saya seperti ini, nasib buruk terus menghantui,” ujarnya. Tapi, pelan-pelan mulai berdoa agar kehidupannya bisa berubah.

Alhamdulillah, cara pandang dan kedewasaan dalam berpikir tumbuh. Hal ini langsung atau tidak langsung karena pengaruh pergaulannya. Sejak SMP, sosok yang juga begitu aktif di kegiatan sosial kemasyarakan ini telah sibuk di organisasi pelajar, baik di sekolahnya maupun di luar sekolah. Karena kesibukannya berorganisasi, beberapa kejadian memalukan sering dialaminya. “Saya dulu pernah tidur di kelas sampai akhir pelajaran,” kisahnya menceritakan kekonyolan yang pernah dialaminya. Hal ini yang membuatnya ditertawakan teman-temannya.

Suami dari Rismawati, S.TP dan ayah dari Muhammad Istadz Ehan El-Kyo (Ehan) dan Istadzah Hanum El-Kyo (Hanun) kini masih aktif menjadi dosen di Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Teknologi Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Karir di dunia akademiknya cukup moncer.  Puncak karir yang pernah diraihnya, sudah menjadi  Dekan Fakultas Teknologi Pertanian pada umur 25 tahun (Periode 2013-2017).

Kini, mantan aktvis KAMMI Banyumas Jawa Tengah  ini masih punya mimpi yang ingin diraihnya. “Saya masih punya mimpi untuk mendirikan Universitas, juga membantu anak-anak yang senasib untuk mewujudkan mimpinya melalui pendidikan,” terangnya.  Kepada para juniornya, dirinya berpesan bahwa KAMMI dan KAKAMMI adalah sebuah fase dalam deret waktu kontribusi. Pada akhirnya, setiap orang akan diukur seberapa besar kontribusinya untuk alam semesta. []

(Yons Achmad/alumnikammi.org)

No comment for Dr. Kiki Yulianto, S.TP., M.P: Jadi Dekan Umur 25 Tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Dr. Kiki Yulianto, S.TP., M.P: Jadi Dekan Umur 25 Tahun

Sosok (6) Nana Sudiana, S.IP., M.M Totalitas Aktivis Filantropi

Posted at 15/10/2021

“Beliau (Nana Sudiana) adalah aktivis filantropi yang berkecimpung dalam dunia pengelolaan zakat selama lebih dari 20 tahun, selamat untuk Anda dan terus berkarya untuk... Read More

Sosok (5) Mukhamad Shokheh, MA. PhD Sejarawan Muda Semarang

Posted at 06/10/2021

Putrane wong santri kudu tansah lunga ngaji Tansah lunga ngaji angudi ilmune Gusti Putra santri-putra santri, putra ulama Mangga para sepuh iki jamane wis... Read More

Sosok (4) H. Johan Rosihan, S.T : Pejuang Kedaulatan Pangan

Posted at 04/10/2021

Di Senayan, suaranya cukup kencang. Dialah H. Johan Rosihan, S.T atau yang akrab disapa dengan panggilan Bang Johan.  Lahir di Sumbawa, 29 Oktober 1972.... Read More

Sosok (3) Nuryanti Tadjudin SE.ME: Kadis Termuda Pemprov NTB

Posted at 03/10/2021

Jalan panjang harus  dimulai dari langkah pertama… Kata-kata itu terus digaungkannya. Sejak mahasiswa prestasinya cukup menonjol, dialah Nuryanti Tadjudin, sosok alumni KAMMI yang menjadi... Read More

Sosok (2) Suharsono, S.s, M.Si: Politisi Petarung Semarang Kota

Posted at 29/09/2021

  KAMMI merah. Itu julukan yang disematkan oleh beberapa kawan. Ya, KAMMI Semarang dikenal dengan penampilan lewat jaket  merah khasnya. Hanya, tak hanya dikenal... Read More