HOME
Home » Sosok » Sosok (2) Suharsono, S.s, M.Si: Politisi Petarung Semarang Kota

Sosok (2) Suharsono, S.s, M.Si: Politisi Petarung Semarang Kota

Posted at September 29th, 2021 | Categorised in Sosok

 

KAMMI merah. Itu julukan yang disematkan oleh beberapa kawan. Ya, KAMMI Semarang dikenal dengan penampilan lewat jaket  merah khasnya. Hanya, tak hanya dikenal lewat penampilannya saja, KAMMI Semarang dikenal dengan aksi-aksi demonstrasinya yang cukup berani dan bernyali. Konon, ada cerita bagaimana salah satu ketua KAMMI Semarang pernah meledek anggota DPRD dengan kiriman “Kutang Perempuan”. Simbol dari DPRD yang banci. Tak tepat memang, tapi itulah yang terjadi.

Kini,  aktivis KAMMI Semarang sudah banyak yang kemudian menduduki jabatan, baik di eksekutif maupun legislatif. Salah satunya Suharsono, anggota DPRD Fraksi PKS Kota Semarang. Jika dulu aktivitasnya lebih banyak melakukan kritik atas kebijakan yang tidak berpihak kepada publik (rakyat), maka sekarang dirinyalah yang mendesakkan hal itu lewat parlemen. Kondisinya juga berbalik, jika dulu berdemo, sekarang waktunya meladeni, menemui para pendemo yang meluahkan beragam aspirasinya.

Kenapa KAMMI Semarang dulu sangat punya nyali?

“Wah iya dong, bertarung dengan siapapun harus berani, artinya setiap tantangan harus berani kita hadapi, tentu sebelumnya harus berhitung kalkulasi dan taktik agar bisa memenangkan pertempuran,” kata Suharsono disela-sela aktivitasnya berkantor di Dewan.  Hal itu prinsip yang dipegangnya sampai sekarang.

Keberanian semacam itu, yang cukup mewarnai KAMMI Semarang tak hadir begitu saja. Sejak belia, mantan Ketua KAMMI Semarang tahun 2001 ini l sudah mengikuti organisasi Pencak Silat. Hal yang lazim dilakukan oleh anak-anak seusianya di Magetan, Jawa Timur. Tempat kelahirannya. Di mana sekolah SD-SMP-SMA juga di tempat kelahirannya. Baru kemudian pindah ke Jawa Tengah, menempuh Fakultas Sastra Universitas Diponegoro (S1) dan Magister Administrasi (S2) pada universitas yang sama.

“Dulu, saat saya latihan Pencaksilat bisa seminggu latihan tiga kali pada malam hari, meski hujan tetap jalan, jadi secara otomatis, mental terbentuk,” tutur sosok Ketua Fraksi PKS, DPRD Kota Semarang ini.  Untuk mencapai karir politik demikian, perjuangannya tak gampang. Beragam silaturahmi dan jejaring sudah dibukanya, walaupun dulu ada kendala tapi berhasil diselesaikannya.

“Saat jadi ketua KAMMI dulu, saya  nggak punya motor, ke mana-mana jalan kaki, kalau ada tujuan yang jauh selalu pinjam motor atau nak bis umum,” tuturnya sambil terkekeh. Tapi, hal itu tak menyurutkan langkahnya untuk terus bergerak, bersilaturahmi dan membangun jaringan.  Hingga berhasil menjadi anggota  dewan. Yang jelas, lanjutnya, seseorang bisa menjadi dewan kalau tak ada dukungan luas masyarakat tentu hal itu sangat mustahil. Inilah salah satu sikap mental jiwa petarung yang kemudian mengantarkan ke puncak karirnya.

Khusus dalam soal berjejaring, pesannya boleh juga.

“Saat masih muda perbanyak komunikasi dan interaksi di berbagai kalangan, perbanyak teman dengan siapa saja, terus melaksanakan amanah sebaik-baiknya, belajar tanpa lelah  tapi tetap terus mencintai keluarga, terakhir beribadahlah lebih spesial sebagai bekal harian melaksanakan tugas dan bekerja,” ungkapnya.

Kini, sosok petarung yang masih aktif sebagai Koordinator Presidium KAKAMMI Jawa Tengah ini, masih terus berkiprah di parlemen. Beberapa Pansus yang diketuainya seperti Raperda Tentang Aneka Usaha, Raperda Tentang Penataan dan Pengelolaan Menara Telekomunikasi, Raperda Tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Kota Lama, Raperda Tentang Penyerahan Prasarana, Utilitas dan Raperda Pengelolalan Rumah Kos.

Bagi yang ingin bersilaturahmi, rumahnya di Jalan Bukit Beringin Selatan G 239 Kota Semarang terbuka lebar untuk siapapun.  Sosok yang juga aktif di beberapa Yayasan Sosial ini punya pandangan yang menarik tentang pembangunan Indonesia, bahwa membangun Indonesia berarti membangun daerah daerah secara merata. Jika  mampu membangun daerah dengan baik maka kepercayaam masyarakat akan lebih luas. Untuk itu, pesananya untuk para alumni KAMMI cukup menyentil.

“Jika kepercayaan masyarakat itu menjadi manivestasi komitmen kebangsaan, wajib hukumnya kita para aktivis dakwah mengelola daerah-daerah SeIndonesia. Dengan semakin banyaknya daerah daerah mampu dikelola oleh orang-orang yang berintegritas maka  untuk mengelola Indonesia relatif lebih mudah,” tutupnya. []

(Yons Achmad/AlumniKAMMI.org)

 

 

 

 

 

 

No comment for Sosok (2) Suharsono, S.s, M.Si: Politisi Petarung Semarang Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Sosok (2) Suharsono, S.s, M.Si: Politisi Petarung Semarang Kota

Sosok (6) Nana Sudiana, S.IP., M.M Totalitas Aktivis Filantropi

Posted at 15/10/2021

“Beliau (Nana Sudiana) adalah aktivis filantropi yang berkecimpung dalam dunia pengelolaan zakat selama lebih dari 20 tahun, selamat untuk Anda dan terus berkarya untuk... Read More

Sosok (5) Mukhamad Shokheh, MA. PhD Sejarawan Muda Semarang

Posted at 06/10/2021

Putrane wong santri kudu tansah lunga ngaji Tansah lunga ngaji angudi ilmune Gusti Putra santri-putra santri, putra ulama Mangga para sepuh iki jamane wis... Read More

Sosok (4) H. Johan Rosihan, S.T : Pejuang Kedaulatan Pangan

Posted at 04/10/2021

Di Senayan, suaranya cukup kencang. Dialah H. Johan Rosihan, S.T atau yang akrab disapa dengan panggilan Bang Johan.  Lahir di Sumbawa, 29 Oktober 1972.... Read More

Sosok (3) Nuryanti Tadjudin SE.ME: Kadis Termuda Pemprov NTB

Posted at 03/10/2021

Jalan panjang harus  dimulai dari langkah pertama… Kata-kata itu terus digaungkannya. Sejak mahasiswa prestasinya cukup menonjol, dialah Nuryanti Tadjudin, sosok alumni KAMMI yang menjadi... Read More

Dr. Kiki Yulianto, S.TP., M.P: Jadi Dekan Umur 25 Tahun

Posted at 27/09/2021

Wahai manusia.. Jangan engkau tertipu daya Oleh dunia yang fana Sebagai tempat ujian bagi kita Dunia sementara Akhirat selama-lamanya   Sebuah lagu yang dinyanyikan... Read More